Tampilkan postingan dengan label takdir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label takdir. Tampilkan semua postingan

02 Oktober 2022

Mengelola Takdir

Siapa di dunia ini yang tidak terikat takdir?

Takdir hanya untuk orang yang berTuhan. Menerimanya dan menjalaninya. Bagaimana jika kita mulai memanagenya.

Kok bisa?

Ternyata semua itu berasal dari prasangka kita?

Jika kita bisa memaksa setiap prasangka kita ke hal baik maka takdir akan mengarah ke kebaikan pula. Enak bukan jika kebaikan selalu datang tanpa diajak.

Memuliakan Tuhan dengan cara prasangka baik padanya. Memang diawal akan kita dapatkan hal-hal kurang mengenakkan, namun disinilah kita bisa memulainya.

Prasangka baik bisa kita munculkan dengan latihan olah rasa, olah raga, olah ruh dan olah rasio.

Latihan olah rasa dengan menjaga perasaan orang lain, jangan sampai membuat perkataan dan perbuatan menyinggung seseorang.

Olah raga tentu saja meluangkan waktu untuk fisik kita menerima gizi dan keseimbangan aktivitas setiap hari.

Olah ruh mengikat semua aktivitas spiritual keagamaan kita. Hubungan kepada Tuhan baik langsung maupun tidak langsung akan memupuk kesegaran batin kita.

Terakhir olah rasio diterapkan disetiap kebijakan pekerjaan hari-hari kita. Setiap hal yang dilakukan berlandaskan atas logika dan nalar yang benar.

Dengan menerapkan ini maka kita akan mampu memanage takdir kita.

02 Oktober 2009

Gempa dan Akibatnya

Gempa dan Akibatnya
Gempa Bumi bisa terjadi kapan saja dan dimana saja sesuai kehendak Allah SWT walaupun di sana terdapat banyak kaum muslim yang beriman dan beramal sholeh, namun bagi mereka tentu saja musibah gempa bumi itu bukan merupakan adzab tetapi akan merupakan ujian berat yang sengaja Allah turunkan untuk menguji keimanan mereka.

Di sisi lain gempa bumi akan merupakan adzab bagi orang-orang kafir yang tidak mau beriman kepada-Nya, sengaja Allah menurunkan peristiwa tersebut untuk memperingatkan kekafiran mereka.

Berbagai dampak dari peristiwa gempa bumi tersebut bermunculan baik positif maupun negatif mulai dari perampokan dan pencurian sampai kepada ucapan belasungkawa, dan bantuan yang muncul dari berbagai pihak.

Rosulullah pernah memberi wejangan kepada para sahabat agar jangan sampai umat Islam menerima bantuan dari orang-orang kafir karena akan menyulitkan umat Islam berdakwah kepada mereka dimasa yang akan datang.

Kita berharap semoga peristiwa di Indonesia tidak terjadi lagi dimana banyak kaum Muslim di sana yang berpindah agama hanya karena adanya sedikit bantuan dan simpati dari orang-orang kafir.

Melihat peristiwa tersebut sebaiknya kita waspada agar musibah gempa bumi tersebut :

1. Jangan sampai dijadikan lahan para koruptor dan pencuri untuk membuat posko-posko bantuan piktif untuk kepentingan sendiri, mereka menerima bantuan dari berbagai pihak termasuk pemerintah tetapi tidak menyalurkanya atau hanya sebagian kecil yang mereka sumbangkan kepada korban bencana alam.
2. Tidak di jadikan lahan pemurtadan oleh orang-orang kafir dengan cara memberikan berbagai bantuan fisik dan non fisik.
3. Tidak dijadikan lahan da’wah bagi aliran dan ajaran sesat para teroris dengan dalih Jihad fii sabilillah.

Semoga para korban bencana alam tersebut dikuatkan iman mereka sehingga mereka akan tetap berpegang teguh kepada Aqidah yang dicontohkan oleh Rosulullah. Amin.