Tampilkan postingan dengan label diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diri. Tampilkan semua postingan

25 Juli 2022

Bagaimana Bisa Kumenggapai RezekiMu

Bagaimana bisa kuberharap banyak akan rezkiMu ya Allah sedangkan kapasitas pengampunanku hanyalah sedikit. banyak minta namun tidak melihat usaha yang dilakukan dan predikat yang menempel, itu sangatlah tidak logis. Hamba tahu engkau Maha Logis dalam memberi keadilan. Tak ada neko-neko dalam catatanMu ya Allah. namun, Engkau tahulah manusia itu bagaimana, hanya bisa berharap bahwa RahmatMu untuk segala Alam dan kondisi, logis maupun tidak logis. Dosa Engkau bisa lebur dari sebuah usaha Taubat. Nah, usaha ini yang jauh dari kami.

RezekiMu menguasai semua sendi-sendi otak ini. Semua rahasianya Engkau tahu. Sebelum terjadi pun Engkau tahu, dan setiap saat Engkau peringati kami setiap hal negatif akan kami lakukan melalui bisikan hati sanubari kami. karena kami tahu, untuk DiriMu langsung ke kami, pastilah akan hancur lebur segala dunia dan isinya karena tank sanggup menampung DiriMu, kecuali Hati seorang Mukmin. Maka dari itu Mukminkanlah kami, agar Hati kami bisa menjadi baitullahmu yang Hakiki.

17 Juli 2022

Semestaku Mulai Bocor

Kali ini aku menelusuri kesalahanku kenapa banyak terjadi akhir-akhir ini. Kesalahan ini menghasilkan efek yang sangat dahsyat. Kucatatkan sebagai pengingat diri untuk lebih mengontrol amarah yang tak beralasan.

Semoga kedepan menjadi manajemen emosi yang lebih baik.
 

03 Juni 2022

Tak Ada Kepalsuan Dalam Ketidakberdayaan

Tak Ada Kepalsuan Dalam Ketidakberdayaan diri. Diri tidak berdaya, dan memang tidak memiliki daya. Titik ini betul-betul adalah hempasan. Ketidakberdayaan memiliki nama kepada ketiadaan, kehampaan dan serba kekurangan. 

Diri terhempaskan bukan untuk membenarkan diri tapi disinilah diri berakhir. Kesendirian menjadikan diri betul-betul sendiri tidak seperti yang telah digambarkan.

Diri ini tidaklah sehebat kebersamaan keluarga, karena memang tidak mengerti. Diri siap dihempaskan dan ditinggalkan. Diri kini telah buta. Tak mampu melihat hubungan yang memang tiada. Kemungkinan buruk apa yang akan terjadi, maka terjadilah. Kemuakan hidup yang terstir membawa ke titik ini, tapi sekali lagi bukan untuk menyalahkan siapa pun.

Dirilah yang salah. Akan tetap salah. Untung ditengah ramainya hidup, titik ini datang.

Kini diri mengetahui tempatnya. Dan memang diri tidaklah pernah ingin sempurna. Biarkan seperti itu dan akan seperti itu. Diri aku ini telah buruk.

Hanya mencoba mensuarakan tuntutan perasaan. Perasaan yang tercampur emosi. Amarah mendemdam. Entah kepada siapa tersalurkan!

Kini, warna diri aku telah muncul. Diri aku bukanlah seperti dulu. Kini telah terbanting jatuh. Tidak ada yang benar di kepala diri aku sekarang.

Tak pernah ada tuntutan ke arah kepedulian. Diri hati ini membeku walau kematian telah mendatangi. Penyesalan? Apakah ada?

Diri aku tiada berdaya baik dari sisi materil maupun moral. Diri aku telah habis. Tidak ada kiblat. Tak pernah memohon pengasihani. Habis diri aku. Jika diri aku diadili, maka tak ada pembelaan lagi. Inilah warna diri aku hari ini.

Diri aku tidak memiliki daya lagi mengadakan apa yang tiada. Ingin segera diri menutupi aku-nya.

Titik ini mengapa harus datang! 

Arah aoa lagi yang diri harus jalani agar aku bisa mengerti dan berjalan kembali. Aku hanya bisa berhenti dari diri. Diri tak sanggup menggerakkan aku. 

Tak ada hal indah yang bisa dicapai. Hanya berbenturan dengan ruang dan waktu.

Apa yang harus dilakukan? Siapa ini yang bertanya!

Hingga titik ini, aku masih tidak berdaya dan tidak termaafkan. Akan kemana?

Aku hanya cocok untuk diri aku hari ini. Kelak kutitipkan jawaban atas apa yang kulalui.


21 April 2022

Keyakinan adalah Kewarasan

Keyakinan adalah Kewarasan adalah pencerahan buatku hari ini. Saya tidak mampu membedakan asal-muasal keinginan mempercayai sesuatu terhadap kemampuan analisa baik benar diri terutama saat melakukan aktivitas sehari-hari. Itulah kewarasan.

Keyakinan adalah Kewarasan, memberikan secercah pemahaman bahwa manusia yang tidak memiliki keyakinan maka sedikit demi sedikit akan kehilangan kewarasan. Dan jika kewarasan hilang, maka diri kita tidaklah beda dengan hewan yang berjalan tanpa akal.


Ini adalah Rangkaian Rencana Allah SWT

Pernah diri ini berdoa untuk mendapatkan posisi yang lebih menantang kepada Tuhan, jadinya aku diberi cobaan dahsyat. Dan kuyakin, hal inj merupakan rangkaian rencana Allah SWT.

Saya hanya dengan sedikit kekuatan untuk menguatkan keyakinan ini. Tak ada apapun yang bisa menenangkan diri sekain kembali berpijak kepada keimanan. Keimanan adalah keyakinan keoada sesuatu yang kuat.

semoga saya bisa melewati ini.