Siapa yang tidak mengenal energi positif! Energi inilah yang akan kita temukan dalam setiap tindakan spiritual yang dilakukan. Energi yang dimaksud dalam sholat adalah energi yang membuat kesadaran kita menjadi lebih realistis dan kita lebih mampu membedakan yang mana hak dan mana yang batil. Bagaimana dengan mereka yang tidak Sholat?
Mereka yang berani meninggalkan Sholat berarti menerima Energi Negatif yang bersumber dari Syetan yang menyatu dengan aliran darahnya sehingga dia pun mampu melakukan hal-hal negatif dengan penuh power. Hal ini pula yang meracuni hati dan mati intuisinya untuk mengenal kebenaran.
Kita meninggalkan hal-hal berbau negatif.
Sholat yang dilakukan dengan khusyu akan mengalirkan energi Ketuhanan yang tidak terbatas kepada pelakunya karena memang dikatan bahwa Sholat itu Mi'rajnya orang Mukmin dengan kata lain tindakan Baginda Rasulullah SAW saat Isra' Mi'raj bisa juga kita rasakan dalam jemputan Sholat itu.
Sholat yang berenergi itu pastilah yang khusyu dimana didalamnya hanyalah tidakan Dzikrullah yang terjadi. Sesuai dengan arahan Dirikanlah Sholat untuk mengingatKu.
Tak banyak orang Islam yang mengetahui rahasia ini karena telah dikaburkan oleh para orientalis yang takut akan kekuatan Islam yang bersumber dari komunikasi langsung yang bisa dirasakannya bersama Allah SWT. Ya...komunikasi langsung ini bisa menjadikan umat Islam kuat secara murni dan haq.
Kita menegakkan Sholat itu harus disertai Syariat yang baik lalu penuhi Tariqatnya kemudian mengetahui Haqiqatnya dan kemudian merasakan Makrifatnya. Kajian ini pun telah dikaburkan oleh para orientalis sehingga kita hanya mampu membaca hingga Syariatnya saja dan kekurangan rasa dalam Sholat.
Namun terlepas itu semua, keikhlasan hati dalam Sholat akan mengantar kita untuk jauh lebih mengenal siapa Tuhan kita, sebagai sumber segala sumber. Tingkat kesadaran akan ilmu ini merupakan wujud dari energi positif yang telah kita hirup dari tindakan spiritual kita yang nanti akan berujung pada lunaknya sikap dan sifat kita di tengah masyarakat.
Mereka yang berani meninggalkan Sholat berarti menerima Energi Negatif yang bersumber dari Syetan yang menyatu dengan aliran darahnya sehingga dia pun mampu melakukan hal-hal negatif dengan penuh power. Hal ini pula yang meracuni hati dan mati intuisinya untuk mengenal kebenaran.
Kita meninggalkan hal-hal berbau negatif.
Sholat yang dilakukan dengan khusyu akan mengalirkan energi Ketuhanan yang tidak terbatas kepada pelakunya karena memang dikatan bahwa Sholat itu Mi'rajnya orang Mukmin dengan kata lain tindakan Baginda Rasulullah SAW saat Isra' Mi'raj bisa juga kita rasakan dalam jemputan Sholat itu.
Sholat yang berenergi itu pastilah yang khusyu dimana didalamnya hanyalah tidakan Dzikrullah yang terjadi. Sesuai dengan arahan Dirikanlah Sholat untuk mengingatKu.
Tak banyak orang Islam yang mengetahui rahasia ini karena telah dikaburkan oleh para orientalis yang takut akan kekuatan Islam yang bersumber dari komunikasi langsung yang bisa dirasakannya bersama Allah SWT. Ya...komunikasi langsung ini bisa menjadikan umat Islam kuat secara murni dan haq.
Kita menegakkan Sholat itu harus disertai Syariat yang baik lalu penuhi Tariqatnya kemudian mengetahui Haqiqatnya dan kemudian merasakan Makrifatnya. Kajian ini pun telah dikaburkan oleh para orientalis sehingga kita hanya mampu membaca hingga Syariatnya saja dan kekurangan rasa dalam Sholat.
Namun terlepas itu semua, keikhlasan hati dalam Sholat akan mengantar kita untuk jauh lebih mengenal siapa Tuhan kita, sebagai sumber segala sumber. Tingkat kesadaran akan ilmu ini merupakan wujud dari energi positif yang telah kita hirup dari tindakan spiritual kita yang nanti akan berujung pada lunaknya sikap dan sifat kita di tengah masyarakat.


0 comments:
Posting Komentar