Alam yang Begitu Indah terabaikan
"...sulit kuberkata disaat alam mulai merintih, hujan tak teratur lagi datang menyapa, terik juga begitu terlewat panasnya. Mengapa?...hanya kitalah yang berilmu ini yang mampu menjawabnya dan mempertanggung jawabkannya!"
Mungkin suara kendaraan yang hulu-lalang telah menggantikan suara kicau burung dan tiupan segar angin dedaunan. Hal ini telah nampak hampir di setiap sudut kota. Kota seperti dikutuk untuk menjadi lahan yang tandus dan serba beton. Air pun tidak menjadi sahabat lagi, dimana-mana kita harus membelinya. Apakah sains di bumi ini telah beralih ke sistem ekonomi jual beli, dimana mulut-mulut para saintis telah dibungkam oleh perihnya perekonomian? Saya rasa alam ini masih bisa menjamin kehidupan kita, mengapa pula kita tidak mau membela alam ini dari sebagian kaum kita yang merajalela dengan ambisi yang tak berkesudahan membabat hutan, mencemari air dan udara.
Kemana langkah keberanian kita untuk menegur mereka dengan penemuan-penemuan yang mutakhir yang mampu memberi efek jera. Jangan ditunggu pemerintah turun tangan. Negara hanya mampu membuat Undang-Undang untuk melindungi aset hidup orang banyak yaitu alam namun negara tidak mempu memberi efek tunduk terhadap pemerintah yang telah terbentuk. Hanya saintislah yang mampu menggerakkan hal tersebut. Dimana hurani dan ketulusan kita yang berada dalam hati yang terdalam telah terikat dengan jantung alam ini. Marilah kita, mewujudkan karya kita melalui ilmu yang diwariskan kepada kita untuk menciptakan sebuah penemuan mutakhir yang akan membentuk kembali alam ini menjadi sedia kala yang akan menyediakan kepada kita sebuah kicauan burung di pagi hari, air yang bersih, udara yang segar dan tanah yang subur untuk kita semua.
![]() |
| Alam yang Begitu Indah terabaikan |
Mungkin suara kendaraan yang hulu-lalang telah menggantikan suara kicau burung dan tiupan segar angin dedaunan. Hal ini telah nampak hampir di setiap sudut kota. Kota seperti dikutuk untuk menjadi lahan yang tandus dan serba beton. Air pun tidak menjadi sahabat lagi, dimana-mana kita harus membelinya. Apakah sains di bumi ini telah beralih ke sistem ekonomi jual beli, dimana mulut-mulut para saintis telah dibungkam oleh perihnya perekonomian? Saya rasa alam ini masih bisa menjamin kehidupan kita, mengapa pula kita tidak mau membela alam ini dari sebagian kaum kita yang merajalela dengan ambisi yang tak berkesudahan membabat hutan, mencemari air dan udara.
Kemana langkah keberanian kita untuk menegur mereka dengan penemuan-penemuan yang mutakhir yang mampu memberi efek jera. Jangan ditunggu pemerintah turun tangan. Negara hanya mampu membuat Undang-Undang untuk melindungi aset hidup orang banyak yaitu alam namun negara tidak mempu memberi efek tunduk terhadap pemerintah yang telah terbentuk. Hanya saintislah yang mampu menggerakkan hal tersebut. Dimana hurani dan ketulusan kita yang berada dalam hati yang terdalam telah terikat dengan jantung alam ini. Marilah kita, mewujudkan karya kita melalui ilmu yang diwariskan kepada kita untuk menciptakan sebuah penemuan mutakhir yang akan membentuk kembali alam ini menjadi sedia kala yang akan menyediakan kepada kita sebuah kicauan burung di pagi hari, air yang bersih, udara yang segar dan tanah yang subur untuk kita semua.


0 comments:
Posting Komentar